Sebuah penemuan botani yang signifikan dilaporkan terjadi di kawasan Kebun Raya Tuatunu, Kota Pangkalpinang. Tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Biologi Universitas Bangka Belitung (UBB) berhasil mengidentifikasi keberadaan Garcinia klabang, sebuah spesies pohon endemik Bangka yang kini berstatus Kritis (Critically Endangered) berdasarkan klasifikasi IUCN.
Penemuan ini terjadi pada tanggal 3 Juli 2025 saat tim pengabdian dosen Program Studi Biologi UBB, yang diketuai oleh Robika, dan tim pengelola Kebun Raya Tua Tunu melakukan eksplorasi flora dan pendataan biodiversitas di area hutan konservasi Kebun Raya Tuatunu. Spesies ini merupakan kerabat dekat manggis yang keberadaannya kian terancam akibat deforestasi dan perubahan fungsi lahan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Garcinia klabang, atau masyarakat lokal Bangka sering menyebutnya dengan klabang atau mentaon, memiliki karakteristik morfologi yang unik namun sulit ditemukan di alam liar di luar Pulau Bangka. Penemuan individu dewasa yang masih sehat di Tuatunu memberikan harapan baru bagi upaya konservasi in situ, karena Kebun Raya menjadi salah satu habitat asli G. klabang. Hasil penelittian sebelumnya, yang telah dilakukan oleh Robika dan tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, G. klabang ditemukan dibeberapa wilayah di Pulau Bangka, yakni di Taman Nasional Gunung Maras, Tahura Gunung Menumbing, dan Jebus. Temuan G. Klabang di wilayah administratif kota Pangkalpinang sangat menggembirakan sekaligus menjadi peringatan bagi kita semua. Penemuan G. klabang di area perkotaan seperti Pangkalpinang membuktikan bahwa Kebun Raya Tua Tunu masih menyimpan plasma nutfah yang sangat berharga.
Penemuan ini bukan sekadar catatan akademis, melainkan memiliki dampak besar bagi masa depan Kebun Raya Tua Tunu yakni:
Tim dosen Biologi bersama pengelola Kebun Raya Tuatunu berencana akan melakukan langkah proteksi segera, mulai dari pemetaan koordinat individu pohon, pembersihan area sekitar dari spesies invasif, hingga upaya pembibitan. Dengan ditemukannya spesies ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan fasilitas dan perlindungan area Kebun Raya Tuatunu agar aset alam yang tak ternilai ini tetap lestari bagi generasi mendatang.