Kebun Raya Tua Tunu Pangkalpinang kembali menjadi ruang belajar hidup bagi mahasiswa melalui pelaksanaan Magang Kuliah Luar Kampus yang diikuti oleh empat mahasiswa Program Studi S1 Biologi Universitas Bangka Belitung (UBB), yaitu Gina Azahra, Suhendi, Dimelza, dan Ika Fitriyani. Kegiatan magang ini dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung mulai 14 Juli hingga 31 Oktober 2025, dengan pendampingan dosen Biologi UBB Robika, S.Si., M.Si. selaku fasilitator. Program ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik nyata di kawasan konservasi.
Sejak awal pelaksanaan magang, para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai sejarah, visi dan misi, struktur organisasi, serta sistem kerja Kebun Raya Tua Tunu Pangkalpinang. Pemahaman terhadap dasar hukum pengelolaan kebun raya dan prinsip konservasi menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa terlibat langsung dalam aktivitas lapangan. Melalui tahapan ini, mahasiswa tidak hanya mengenal koleksi tumbuhan, tetapi juga memahami peran strategis kebun raya sebagai pusat konservasi, edukasi, penelitian, dan ekowisata berkelanjutan.
Selama periode magang 14 Juli–31 Oktober 2025, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan inti kebun raya, antara lain patroli kawasan untuk menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, pembibitan tanaman, pembuatan media tanam, perawatan tanaman dan hewan koleksi, serta penataan dan pembersihan area kebun raya. Mahasiswa juga melakukan identifikasi dan inventarisasi tumbuhan, dokumentasi koleksi, serta pembuatan herbarium sebagai bagian dari penerapan ilmu botani secara langsung di lapangan.
Kegiatan magang ini turut memperkenalkan mahasiswa pada pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan konservasi modern. Mahasiswa mempelajari penggunaan drone untuk pemantauan kawasan, pengamatan vegetasi, dan dokumentasi area konservasi dari udara. Selain itu, mahasiswa mengikuti pelatihan budidaya anggrek, melakukan eksplorasi kawasan melalui kegiatan tracking, serta mengidentifikasi potensi dan permasalahan pengelolaan kebun raya melalui analisis SWOT sebagai dasar penyusunan rekomendasi pengembangan.
Dalam aspek edukasi publik, mahasiswa berperan aktif mendampingi pengunjung, khususnya pelajar dan kelompok belajar, dengan memberikan penjelasan mengenai koleksi tumbuhan, proses pembibitan, serta pentingnya konservasi keanekaragaman hayati. Mahasiswa juga mengembangkan media publikasi digital melalui dokumentasi foto dan video kegiatan yang dimanfaatkan untuk laporan, presentasi seminar hasil, dan bahan edukasi. Seluruh aktivitas magang dicatat secara sistematis dalam logbook harian sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.
Melalui Magang Kuliah Luar Kampus yang berlangsung hingga 31 Oktober 2025, mahasiswa Program Studi S1 Biologi UBB memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif dalam bidang konservasi tumbuhan dan pengelolaan kawasan hijau. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dan analitis mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Bagi Kebun Raya Tua Tunu Pangkalpinang, kegiatan ini menjadi wujud sinergi positif dengan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kebun raya sebagai pusat edukasi dan konservasi yang berkelanjutan.
Kembali ke Daftar Berita