Sebanyak 62 mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Bangka Belitung melaksanakan kegiatan lapangan Case Method Mata Kuliah Keanekaragaman Hayati di Kebun Raya Tua Tunu, yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan kelanjutan pembelajaran kontekstual setelah kunjungan sebelumnya ke UPTD Balai Proteksi Tanaman, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. Eka Sari, S.Si., M.Si., dosen pengampu mata kuliah Keanekaragaman Hayati, yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis kasus nyata untuk membentuk pola pikir kritis dan solutif mahasiswa. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Winda, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang, yang menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan edukasi dan konservasi di Kebun Raya Tua Tunu. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan cendera mata sebagai simbol sinergi dan dukungan terhadap pembelajaran lapangan.
Di kawasan Kebun Raya Tua Tunu, mahasiswa melakukan eksplorasi langsung terhadap keanekaragaman flora, fauna, jamur, dan mikroba yang menjadi kekayaan hayati Bangka Belitung. Berbagai vegetasi lokal seperti Pelawan, Nyatoh, Garcinia kelabang, serta anggrek endemik menjadi objek pengamatan utama dalam memahami dinamika ekosistem tropis dan tantangan pelestariannya.
Melalui pendekatan case method, mahasiswa mengkaji tiga bidang utama—Botani, Mikrobiologi, dan Zoologi—dengan fokus pada dilema konservasi–pemanfaatan sumber daya hayati, peran mikroba ramah lingkungan bagi kesehatan tanaman, serta fungsi konservasi ex-situ sebagai media edukasi publik. Pembelajaran lapangan ini memperkuat capaian pembelajaran lulusan dan mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU-7), sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis mahasiswa sebagai generasi muda penjaga keanekaragaman hayati Bangka Belitung.
Kembali ke Daftar Berita