Senin–Jumat 08.00–16.00, Sabtu 08.00–11.00 (0717) 422876 dlh@pangkalpinangkota.go.id
Detail Berita - HIMASERDA Perkuat Wawasan Konservasi di Kebun Raya Tua Tunu

HIMASERDA Perkuat Wawasan Konservasi di Kebun Raya Tua Tunu

Galeri Foto

HIMASERDA Perkuat Wawasan Konservasi di Kebun Raya Tua Tunu

Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumber Daya Alam (HIMASERDA) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) memperkuat wawasan konservasi melalui kegiatan diskusi dan eksplorasi lapangan di Kebun Raya Tua Tunu, Pangkalpinang, pada Selasa, 18 November 2025. Kegiatan berlangsung di area Green House dan menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa HIMASERDA.

Mahasiswa mendapat pemaparan dari pengelola kebun raya mengenai pengelolaan vegetasi, pelestarian tanaman langka, teknik perbanyakan vegetatif, serta tantangan pengelolaan taman botani di kawasan tropis. Diskusi berlangsung aktif karena mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk memahami fungsi ruang konservasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Setelah sesi materi, peserta melakukan eksplorasi lapangan ke area koleksi tanaman. Mahasiswa mempelajari karakter morfologi flora, mengamati spesies endemik, serta berdialog mengenai tanaman yang sedang dalam tahap pemulihan. Pengamatan langsung memberi gambaran konkret tentang proses konservasi yang dijalankan di kawasan tersebut.
Ketua HIMASERDA, Armadi Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai konservasi dari perspektif praktis. Kegiatan lapangan dianggap penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa yang akan berhadapan dengan isu lingkungan secara langsung.

Dosen Pembina HIMASERDA, Randi Syafutra, menegaskan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa.

“Pembelajaran akan lebih kuat ketika mahasiswa melihat contoh langsung di lapangan. Interaksi dengan pengelola kawasan memberi pemahaman yang tidak bisa diperoleh dari teori saja,” ujarnya.

Ketua Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Sujadi Priyansah, menyampaikan bahwa kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter akademik.

“Mahasiswa harus melihat bahwa konservasi menuntut observasi, ketelitian, dan kesadaran ekologis yang kuat,” katanya.

Pengawas Kebun Raya Tua Tunu, Yudhi Arnovi, menyambut baik kunjungan tersebut.

“Kami selalu membuka ruang kolaborasi. Generasi muda perlu terlibat langsung agar tumbuh rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan kawasan konservasi,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat hubungan antara HIMASERDA dan pengelola kawasan konservasi serta menambah pengalaman mahasiswa dalam memahami dinamika konservasi di lapangan. Wawasan yang diperoleh menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan di Bangka Belitung. (MJ)

Kembali ke Daftar Berita