Senin–Jumat 08.00–16.00, Sabtu 08.00–11.00 (0717) 422876 dlh@pangkalpinangkota.go.id
Detail Flora - Pasak Bumi/Puleh

Pasak Bumi/Puleh

Galeri Foto

Pasak Bumi/Puleh

Informasi Umum

Pertama kali dipublikasikan dalam Malayan Miscellanies 2(7): 45 (1822). Sebaran alaminya dari Indo-China hingga Malesia Barat (W. Malesia). Tumbuhan ini berupa pohon, dan tumbuh terutama pada bioma tropis basah (hutan tropis lembap/wet tropical biome). Nama umum dalam bahasa Indonesia: pasak bumi; Malaysia: tongkat ali. Spesies tumbuhan berbentuk pohon dari famili Simaroubaceae. Berasal dari wilayah tropis yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. Daerah asalnya ditemukan tersebar mulai dari Indo-China hingga kawasan Malesia barat.

Status konservasi adalah Least concern

Taksonomi

Kingdom            : Plantae

Divisi                 : Magnoliophyta

Kelas                 : Magnoliopsida

Ordo                  : Sapindales

Famili                : Sapindaceae

Genus               : Eurycoma

Spesies             : Eurycoma longifolia Jack

Habitat

Tumbuhan berkayu yang tumbuh di hutan hujan tropis Asia Tenggara, terutama pada tanah berpasir hingga lempung berdrainase baik, dengan kelembapan tinggi di bawah kanopi hutan. Banyak ditemukan pada ketinggian dataran rendah hingga menengah (0–500 m dpl), termasuk di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa (Indonesia).

Akar (Radix)

Tipe akar: akar tunggang (taproot), kuat dan dalam. Warna: keputihan hingga kuning pucat. Ciri khusus: mengandung senyawa bioaktif utama seperti quassinoid (eurycomanone, eurycomalactone) yang memberi rasa sangat pahit, menjadi bagian yang paling banyak dimanfaatkan sebagai tonik herbal dan bahan obat tradisional.

Batang (Caulis)

Sifat: berkayu, lurus dan ramping. Percabangan: sedikit bercabang atau tanpa cabang pada batang utama. Tinggi: dapat mencapai 2–12 m, tergantung kondisi lingkungan. Kulit batang: cokelat gelap, relatif halus pada fase muda, lebih berserat saat tua.

Daun (Folium)

Jenis: daun majemuk menyirip ganjil (imparipinnate). Panjang tangkai daun: dapat mencapai hingga 1 m. Anak daun: 30–40 pasang, bentuk lanset memanjang (lanceolate hingga obovate-lanceolate). Warna: hijau gelap di permukaan atas, hijau lebih terang di bawah. Tulang daun: jelas dan menyirip, tekstur agak tebal namun lentur.

Bunga (Flos)

Tipe: dioecious (bunga jantan dan betina pada individu berbeda). Ukuran: sangat kecil. Susunan: malai (panicle) memanjang. Warna: hijau keputihan hingga merah keunguan. Penyerbuk: terutama serangga hutan (entomofili).

Buah (Fructus)

Tipe buah: drupe keras. Bentuk: lonjong telur (ovoid–oblong). Ukuran: panjang 10–20 mm. Warna saat matang: merah kecokelatan. Biji: 1 biji keras di tengah, terlindung oleh daging buah tipis.

Manfaat

Manfaat tradisional dan potensi biofarmaka: Tonik vitalitas pria (afrodisiak alami), peningkat stamina dan kebugaran. Rebusan akar digunakan untuk: tonik energi, pemulihan tubuh, demam, malaria, dan penambah vitalitas. Daun dipakai sebagai ramuan untuk gatal dan infeksi kulit ringan. Bunga & buah dalam etnomedisin dipakai untuk disentri dan gangguan pencernaan. Potensi farmakologi (studi awal): antimalaria, antibakteri, antioksidan, antidiabetik, anti-inflamasi, dan sitotoksik antikanker (masih perlu validasi klinis lanjut). Pemanfaatan lain: bahan suplemen herbal, ekstrak komersial, dan produk jamu farmasi.


Referensi :

https://powo.science.kew.org/

https://www.iucnredlist.org/

https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/1/3196


Kembali ke Daftar Flora