Senin–Jumat 08.00–16.00, Sabtu 08.00–11.00 (0717) 422876 dlh@pangkalpinangkota.go.id
Detail Flora - Medang Sang

Medang Sang

Galeri Foto

Medang Sang

Informasi Umum

Pertama kali dipublikasikan dalam Systema Laurearum: halaman 102 (tahun 1836). Daerah sebaran asli (native range) spesies ini adalah Pulau Jawa. Merupakan tumbuhan berkayu berbentuk pohon (tree), dan tumbuh terutama pada bioma tropis basah (hutan tropis lembap). Nama umum dalam bahasa Indonesia: huru leu-eur, ki jeruk (Sunda), wuru janggel (Jawa). Tumbuhan berbentuk pohon dari famili Lauraceae. Berasal dari bioma beriklim tropis dengan curah hujan yang relatif tinggi. Phoebe excelsa diketahui berasal dari Jawa.

Status konservasi adalah vulnerable.

Taksonomi

Kingdom           : Plantae

Divisi                 : Magnoliophyta

Kelas                 : Magnoliopsida

Ordo                  : Laurales

Famili                : Lauraceae

Genus               : Phoebe

Spesies             : Phoebe excelsa (Blume) Nees.

Habitat

Medang sang tumbuh alami di hutan hujan tropis dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1000 m dpl. Biasanya ditemukan di hutan primer maupun sekunder, di tanah yang gembur dan lembap dengan drainase baik. Tumbuhan ini termasuk flora khas Asia Tenggara, tersebar di Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaya, hingga Borneo.

Akar (Radix)

Sistem perakarannya berupa akar tunggang yang kuat, masuk cukup dalam ke tanah untuk menopang pohon. Akar lateralnya menyebar luas sehingga mampu menyerap air dan unsur hara dari lapisan tanah sekitar.

Batang (Caulis)

Pohon berukuran sedang hingga besar, dapat mencapai tinggi 15–30 m dengan diameter batang sekitar 40–60 cm. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan, kadang pecah-pecah atau sedikit kasar. Kayunya keras, berwarna cokelat pucat hingga kekuningan, cukup kuat dan kadang dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Daun (Folium)

Daunnya tunggal, tersusun berseling. Bentuk helaian lanset sampai lonjong dengan ujung meruncing, panjang sekitar 8–20 cm, lebar 3–6 cm. Permukaan daun licin, hijau mengilap di bagian atas, lebih pucat di bagian bawah. Tepi daun rata (integer), tulang daun menyirip jelas.

Bunga (Flos)

Bunga berumah dua (dioecious), artinya bunga jantan dan betina terdapat pada pohon yang berbeda. Bunga kecil, tidak mencolok, berwarna putih kekuningan. Bunga jantan tersusun dalam tandan, sedangkan bunga betina biasanya lebih sedikit, muncul pada batang atau ranting tua (kauliflori). Penyerbukan umumnya dibantu serangga.

Buah (Fructus)

Buah buni, berbentuk bulat hingga agak lonjong, berdiameter sekitar 2–4 cm. Kulit buah berwarna hijau saat muda, berubah menjadi kuning sampai jingga saat masak. Daging buah lunak, berair, dengan rasa asam segar. Bijinya bulat, keras, berwarna cokelat kehitaman. Buah biasanya tumbuh bergerombol di batang (cauliflori), mirip dengan buah rambai.

Manfaat

Buah dimakan segar, rasanya asam manis menyegarkan, sering dijadikan rujak atau campuran masakan. Kayu digunakan untuk bahan bangunan ringan, perabot, dan kayu bakar. Ekologi: buahnya menjadi sumber pakan satwa liar seperti burung, kelelawar, dan primata. Secara tradisional, beberapa bagian tanaman (daun atau akar) kadang dipakai dalam pengobatan rakyat, meskipun data ilmiahnya masih terbatas.

Kembali ke Daftar Flora