Senin–Jumat 08.00–16.00, Sabtu 08.00–11.00 (0717) 422876 dlh@pangkalpinangkota.go.id
Detail Flora - Jambu Jakarta

Jambu Jakarta

Galeri Foto

Jambu Jakarta

Informasi Umum1,3,4,5

Pertama kali dipublikasikan dalam Transactions of the Linnean Society of London volume 28: halaman 141 (tahun 1871, diterbitkan pada 1872).

Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis basah dengan rentang sebaran mulai dari Meksiko selatan hingga kawasan tropis Amerika selatan.

Asli dari: Belize, Bolivia, Brazil North, Brazil Northeast, Brazil West-Central, Colombia, Costa Rica, French Guiana, Guatemala, Guyana, Honduras, Mexico Gulf, Mexico Southeast, Mexico Southwest, Nicaragua, Panamá, Peru, Suriname, Venezuela 

Status konservasi adalah Least Concern

Taksonomi1,2,3

Kingdom   : Plantae

Divisi         : Magnoliophyta

Kelas         : Magnoliopsida

Ordo          : Myrtales

Famili         : Melastomataceae

Genus        : Bellucia

Spesies      : Bellucia grossularioides (L.) Triana

Karakteristik B. grossularioides

Habitat

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Selatan tropis, terutama ditemukan di Brasil, Suriname, Guyana, dan wilayah Amazon. Tumbuh di hutan hujan tropis, terutama di daerah dengan tanah berpasir dan kelembaban tinggi. Umumnya ditemukan pada dataran rendah hingga ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Menyukai tempat terbuka atau tepi hutan, terkadang ditemukan di lahan yang terganggu atau hutan sekunder.

Akar (radix)

Akar tunggang dengan sistem akar lateral yang berkembang. Berfungsi menyerap air dan nutrisi dari tanah, serta memperkuat tegaknya batang pada tanah yang gembur. Akar cukup dalam, memungkinkan tumbuhan bertahan di musim kemarau sedang.

Batang (Caulis)

Struktur batangerkayu (lignosus), tegak, dan bercabang. Tinggi dapat mencapai tinggi 4–8 meter, tergolong semak besar Permukaan kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan, terkadang agak kasar atau mengelupas tipis. Seperti anggota keluarga Melastomataceae lainnya, batangnya mengandung senyawa fenolik.

Daun (Folium)

Daun berseling (alternate), berbentuk oval hingga bulat telur. Ujung meruncing, pangkal membulat. Tepi rata atau sedikit bergelombang. Permukaan atas hijau gelap dan licin, permukaan bawah lebih terang dan berbulu halus. Panjang sekitar 5–15 cm. Terdapat 3–5 tulang daun utama yang menonjol dari pangkal (karakter khas Melastomataceae).

Bunga (Flos)

Bunga majemuk, berkelamin ganda (hermaprodit). Berbentuk bintang atau corong kecil, kelopak membelah. Warna Ungu muda atau merah muda, terkadang putih keunguan. Jumlah Mahkota biasanya 5 helai. Benang sari cukup mencolok, berjumlah banyak dengan kepala sari kuning. Umumnya berbunga pada musim penghujan atau setelahnya.

Buah (Fructus)

Buah buni (berry), bulat kecil, diameter sekitar 1–2 cm. Warna hijau saat muda, berubah menjadi ungu kehitaman saat masak. Kulit tipis, daging buah lunak dan berair. Rasa agak manis saat matang, bisa dimakan. Bijinya banyak dan kecil.

Manfaat

Ekologis: Menarik serangga penyerbuk dan burung pemakan buah, penting dalam ekosistem hutan tropis.

Etnobotani dan Kegunaan Lokal: Buahnya dimakan oleh penduduk lokal, meskipun tidak dibudidayakan secara luas.

Daunnya dalam beberapa tradisi lokal digunakan untuk pengobatan tradisional (seperti antiinflamasi atau penurun demam, walau belum banyak diteliti secara ilmiah).

Konservasi: Sering digunakan dalam proyek restorasi hutan karena pertumbuhannya cepat dan toleran terhadap kondisi tanah miskin.

Potensi farmakologi: Mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin, berpotensi untuk riset lebih lanjut dalam bidang fitofarmaka.




Kembali ke Daftar Flora