Informasi Umum
Pertama kali diterbitkan dalam Austral. J. Bot. 30: 440 (1982). Sebaran asli spesies ini adalah di Malesia bagian barat. Tumbuhan ini berupa pohon dan tumbuh terutama di bioma hutan tropis basah. Nama umum: River Tristania, Pelawan, Selunchor, Cancal, Cangal, Kayu Malu. Nama ilmiah Tristaniopsis whiteana diperkenalkan oleh seorang botanis bernama William Griffith pada tahun 1982. Asal dari: Borneo, Malaya, Sumatera.
Status konservasi adalah Least Concern
Taksonomi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Tristaniopsis
Spesies : Tristaniopsis whiteana (Griff.) Peter G.Wilson & J.T.Waterh.)
Habitat
Tumbuh alami di hutan hujan tropis dan subtropis pegunungan. Spesies ini endemik di Queensland, Australia bagian timur laut. Kondisi pertumbuhan: Ketinggian: 300 – 1.200 meter di atas permukaan laut.Jenis tanah: Lempung, berbatu, a tau berpasir – dengan drainase baik. Curah hujan: 1.500 – 2.500 mm/tahun. Cahaya: Toleran terhadap naungan saat muda, kemudian membutuhkan cahaya matahari penuh saat dewasa.
Akar (Radix)
Sistem akar: Akar tunggang yang dalam dan kuat, dengan percabangan lateral luas. Fungsi: menopang batang di lereng curam dan tanah berbatu, mengoptimalkan penyerapan air dan hara dari lapisan dalam tanah, adaptif terhadap tanah yang miskin unsur hara.
Batang (Caulis)
Tipe: Berkayu keras, tegak lurus. Tinggi pohon: 10–25 meter. Diameter batang: 20–50 cm pada pohon dewasa. Warna batang:Batang muda: Kuning terang hingga kuning keemasan cerah. Kulit batang tua: Kuning kecokelatan hingga cokelat muda, dapat menjadi abu-abu kusam seiring usia. Kayu dalam (teras kayu): Berwarna kuning keemasan, kuat dan sangat dihargai dalam industri kayu dekoratif. Tekstur batang halus hingga agak kasar, terkadang mengelupas tipis secara alami.
Daun (Folium)
Susunan: Spiral (alternate). Bentuk: Lanset (lanceolate) hingga eliptik memanjang kuran daun:Panjang: 6 – 13 cm, Lebar: 1,5 – 4 cm. Warna:permukaan atas hijau tua mengilap, permukaan bawah hijau keabu-abuan. Tepi daun rata, ujung runcing, pangkal menyempit. Tekstur agak kaku, dengan tulang daun menyirip yang menonjol
Bunga (Flos)
Tipe: Hermafrodit (berkelamin ganda). Warna: Kuning terang hingga kuning pucat. Tersusun dalam malai terminal atau muncul di ketiak daun. Ukuran bunga: Diameter 0,8 – 1,2 cm. Struktur: 5 kelopak (sepal), 5 mahkota (petal), benang sari menonjol, Aroma: Lembut, terkadang harum. Waktu mekar: Musim semi hingga awal musim panas (sekitar Oktober–Desember di Australia)
Buah (Fructus)
Jenis: Buah kapsul kayu (dehiscent), yang pecah saat matang. Bentuk: Bulat telur, sedikit bersudut. Warna: Hijau saat muda, menjadi cokelat tua saat matang. Ukuran buah: Panjang 2 – 3 cm. Mengandung biji bersayap, disebarkan oleh angin (anemokori)
Manfaat
Manfaat Kayu: Kayunya keras dan sangat menarik karena warna kuning keemasan, digunakan untuk:
- Furnitur berkualitas
- Lantai kayu
- Kayu dekoratif dan ukiran interior
Memiliki nilai estetika tinggi dan tahan lama
Manfaat Ekologis
o Mendukung keanekaragaman hayati sebagai habitat burung dan serangga
o Membantu mengikat tanah di lereng dan mencegah erosi
o Cocok untuk konservasi hutan dan restorasi ekosistem
Manfaat Lanskap
o Ditanam sebagai pohon peneduh dan ornamental di taman atau area konservasi
o Tajuk rimbun dan warna batang mencolok menjadikannya menarik secara visual
Potensi Bioaktif
o Seperti spesies lain dalam genus Tristaniopsis, diduga mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan tanin
o Potensi sebagai antioksidan atau antimikrob (masih memerlukan penelitian lebih lanjut)