Informasi Umum
Pertama kali diterbitkan dalam Austral. J. Bot. 30: 439 (1982). Nama ilmiah Tristaniopsis merguensis diperkenalkan oleh seorang botanis bernama William Griffith pada tahun 1982. Sebaran asli spesies ini adalah dari Indochina bagian selatan hingga Malesia bagian barat. Nama Umum: Hill Tristania, Keruntum, Pelawan. Tumbuhan ini berupa pohon dan tumbuh terutama di bioma hutan tropis basah. Asli dari: Borneo, Kamboja, Jawa, Malaya, Myanmar, dan Sumatera.
Status konservasi adalah Least Concern
Taksonomi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Famili : Myrtaceae
Genus : Tristaniopsis
Spesies : Tristaniopsis merguensis (Griff.) Peter G.Wilson & J.T.Waterh.
Habitat
Tumbuh alami di hutan hujan tropis basah. Umumnya ditemukan pada ketinggian: 0 – 1.200 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah: Latosol, berpasir, hingga tanah berbatu dengan drainase baik. Iklim: Tropis basah dengan curah hujan tinggi (>2.000 mm/tahun). Kondisi cahaya: Sinar matahari penuh hingga teduh parsial.
Akar (Radix)
Jenis: Akar tunggang yang kuat dan dalam. Fungsi: menopang pohon tinggi agar tetap stabil, menyerap air dan unsur hara dari lapisan tanah dalam, dan cocok untuk tanah curam atau berbatu karena daya cengkeram yang kuat.
Batang (Caulis)
Tipe: Berkayu, keras, dan tumbuh tegak. Tinggi pohon mencapai 15–30 meter. Diameter batang 30–60 cm saat dewasa.
Warna batang muda kemerahan atau cokelat kemerahan. Batang tua (kulit luar) cokelat keabu-abuan, kadang mengelupas atau bersisik. Kayu bagian dalam (teras kayu): Umumnya merah tua atau cokelat kemerahan. Kayu padat dan tahan lama, termasuk dalam kelompok kayu keras tropis.
Daun (Folium)
Susunan: Spiral (alternate). Bentuk: Lonjong hingga lanset (lanceolate). Ukuran daun: Panjang: 7 – 15 cm. Lebar: 2 – 5 cm. Warna: Hijau mengilap di bagian atas.Hijau pucat di bagian bawah. Tepi rata (entire), ujung meruncing, pangkal membulat. Tulang daun menyirip, terlihat jelas.
Bunga (Flos)
Tipe: Hermafrodit (memiliki organ jantan dan betina). Warna: Kuning pucat. Tersusun dalam malai (panicle) di ujung ranting.
Ukuran bunga: Diameter sekitar 0,5 – 1 cm. Terdiri dari: 5 kelopak (sepal), 5 mahkota (petal), Benang sari dan putik menonjol. Mekar pada akhir musim hujan dan menarik serangga penyerbuk.
Buah (Fructus)
Tipe: Buah kapsul berkayu yang akan pecah saat matang (dehiscent). Bentuk: Bulat lonjong, sedikit berusuk. Warna: Cokelat saat matang. Ukuran: Panjang sekitar 2 – 3 cm. Mengandung biji kecil bersayap, tersebar melalui angin (anemokori).
Manfaat :
1. Manfaat Kayu
· Bahan bangunan ringan
· Perabot rumah tangga
· Tiang dan balok kecil
2. Manfaat Ekologis:
· Menjadi habitat bagi burung, serangga, dan fauna hutan lainnya.
· Membantu menjaga kelembapan tanah dan daur hara di ekosistem hutan.
· Cocok untuk proyek rehabilitasi hutan dan penanaman kembali (reboisasi).
3. Manfaat Lanskap:
· Bentuk tajuk rimbun cocok sebagai pohon peneduh.
· Bisa ditanam di taman kota, tepi jalan, atau sebagai peneduh di kebun.
· Potensi Obat (Masih dalam penelitian)
· Genus Tristaniopsis diketahui mengandung senyawa seperti flavonoid dan tanin.