Senin–Jumat 08.00–16.00, Sabtu 08.00–11.00 (0717) 422876 dlh@pangkalpinangkota.go.id
Detail Flora - Kayu Manis

Kayu Manis

Galeri Foto

Kayu Manis

Informasi Umum
Pertama kali diterbitkan dalam N. Wallich, Pl. Asiat. Rar. 2: 74 (1831). Nama ilmiah Cinnamomum aromaticum diperkenalkan oleh seorang botanis bernama Christian Gottfried Daniel Nees von Esenbeck pada tahun 1831. Wilayah asal spesies ini adalah Tiongkok Tenggara hingga Vietnam. Tanaman ini berupa pohon dan tumbuh terutama di bioma subtropis. Asli dari Tiongkok Tenggara, Vietnam. Diperkenalkan ke beberapa daerah: Bangladesh, Kamboja, Tiongkok Tengah Selatan, Guatemala, Hainan, Honduras, India, Laos, Malaya, Myanmar, Sumatera, Taiwan, Thailand, Trinidad dan Tobago
Taksonomi:

Kingdom : Plantae

Divisi : Streptophyta

Kelas : Equisetopsida

Ordo : Laurales

Famili : Lauraceae

Genus : Cinnamomum

Spesies : Cinnamomum aromaticum Nees

Habitat

Tumbuh baik pada ketinggian 500–1.000 meter di atas permukaan laut. Dapat tumbuh pada dataran rendah, tetapi kualitas kulit lebih baik jika ditanam di dataran tinggi yang sejuk dan lembap. Membutuhkan iklim tropis hingga subtropis basah. Curah hujan tahunan ideal sekitar 2.000–4.000 mm/tahun. Toleran terhadap suhu 18–30°C, tetapi pertumbuhan optimal terjadi di daerah yang hangat dan lembap sepanjang tahun. Tumbuh baik pada tanah lempung berpasir yang subur dan memiliki drainase baik. Memerlukan pH tanah netral hingga agak asam (pH 5,5–6,5). Tidak toleran terhadap genangan air; akar mudah membusuk jika terlalu basah. Merupakan tanaman toleran naungan saat muda, tetapi membutuhkan cahaya matahari penuh saat dewasa untuk pertumbuhan optimal. Umumnya ditanam di lahan terbuka atau di sela-sela pohon keras lain dalam sistem agroforestri. Termasuk jenis evergreen (hijau sepanjang tahun) dan endapan daun tidak signifikan. Bisa tumbuh di daerah berlereng dan berbukit, asal tidak rawan longsor. Cocok untuk sistem pertanian campuran dan konservasi tanah di daerah bergunung.

Akar (Radix)

Sistem perakaran tunggang (akar primer dominan) dengan percabangan akar lateral. Akar bersifat woody (berkayu), kuat menembus tanah, dan berfungsi sebagai penyokong serta penyerap air dan mineral dari tanah. Pada akar tua, permukaan luar mengalami lignifikasi dan mungkin menunjukkan kolonisasi mikoriza (simbiosis dengan jamur tanah).

Batang (Caulis)

Bentuk batang: Silindris, berkayu (lignosus), dan tumbuh tegak (erectus). Permukaan batang: Bertekstur kasar dengan kulit luar berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat tua, mengelupas seiring usia. Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas kambium vaskular, menambah diameter batang. Kayunya mengandung minyak atsiri yang aromatik, terutama di bagian kulit batang (cortex), yang menjadi sumber rempah kayu manis. Diameter batang mencapai 32,4 cm.

Daun (Folium)

Tipe daun: Tunggal, tersusun secara spiral atau berseling (alternate), bertangkai pendek (petiolatus). Helaian daun: Berbentuk elips hingga lonjong (elliptic to oblong), ujung meruncing (acuminatus), dan pangkal membulat (rotundatus).Tepi daun: Rata (integra), permukaan atas mengilap dan hijau tua, permukaan bawah lebih pucat. Pola pertulangan: Tiga tulang daun utama (triplinervis), yaitu satu tulang tengah dan dua tulang lateral yang jelas terlihat dari pangkal daun. Daun mengandung sel sekretori penghasil minyak atsiri yang menghasilkan aroma khas.

Bunga (Flos)

Tipe bunga: Bunga majemuk, tersusun dalam malai terminal atau aksilar (panicula terminalis/axillaris). Ukuran bunga: Kecil, berwarna putih kekuningan. Kelamin: Bunga hermafrodit, memiliki organ jantan (benang sari) dan betina (putik) dalam satu bunga. Perhiasan bunga: Tidak jelas diferensiasi antara kelopak dan mahkota, sehingga disebut tepals (perigonium). Benang sari: Terdapat 9 benang sari tersusun dalam 3 lingkaran, dengan 2 kelenjar nektar pada pangkal dari lingkaran dalam. Putik: Terdiri dari satu ovarium superior, bertipe unilokular dengan satu bakal biji (ovulum) dan satu tangkai putik dengan satu kepala putik (stigma).

Buah (Fructus)

Tipe buah: Buah batu (drupe), berdaging tipis dengan biji tunggal di dalam. Bentuk buah: Bulat hingga elips, berwarna hijau saat muda dan berubah kehitaman saat masak. Ukuran: Relatif kecil (sekitar 1 cm), dengan permukaan halus. Buah mengandung satu biji (monosperma), berendosperma dan berembrio tunggal.

Manfaat
Kegunaan Kuliner
1. Kulit batang kering digunakan sebagai rempah-rempah aromatik dalam masakan Asia, Timur Tengah, dan Barat.
2. Digunakan dalam bentuk batangan (stick) atau bubuk (ground cinnamon).
3. Menambah rasa manis dan hangat pada:
- Masakan daging dan kari
- Minuman herbal, teh, dan kopi
- Kue-kue, roti, dan makanan penutup (dessert)
Kegunaan Farmasi dan Obat Tradisional
1. Digunakan secara tradisional dalam pengobatan Tiongkok dan Ayurveda untuk berbagai penyakit.
2. Bagian yang digunakan: kulit batang, daun, dan minyak esensial.
Khasiat utamanya:
1. Antiinflamasi dan antioksidan → membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif.
2. Antibakteri dan antijamur → melawan infeksi saluran pernapasan dan gangguan pencernaan.
3. Hipoglikemik → membantu menurunkan kadar gula darah, bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2.
4. Stimulan pencernaan → mengurangi kembung, mual, dan gangguan lambung.
5. Antiseptik alami untuk luka ringan bila digunakan secara topikal dalam bentuk minyak atsiri.
Kegunaan Industri
1. Minyak atsiri (cassia oil) dari kulit batang dan daun digunakan dalam:
- Industri parfum dan sabun
- Produk aromaterapi
- Bahan pewangi dalam pasta gigi, kosmetik, dan minyak gosok
2. Kandungan utama: cinnamaldehyde (memberi aroma khas kuat dan manfaat antimikroba)
Kegunaan Kayu
1. Meskipun nilai ekonominya lebih pada kulit, kayunya juga dapat dimanfaatkan.
2. Kayu keras beraroma digunakan sebagai:
- Bahan bakar
- Alat rumah tangga sederhana
- Kadang digunakan dalam ukiran kecil atau kerajinan tangan
⚠️ Catatan Keamanan dan Toksisitas
1. Mengandung kumarin dalam kadar tinggi, terutama dibandingkan dengan Cinnamomum verum (kayu manis sejati).
2. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat memengaruhi fungsi hati dan ginjal, terutama pada individu sensitif.
3. Disarankan konsumsi dalam batas wajar, terutama jika digunakan sebagai suplemen atau terapi.

Kembali ke Daftar Flora